Breadcrumb Abstract Shape
Breadcrumb Abstract Shape

Perkuat Tata Kelola Pertanahan, LPPM Untad Gandeng Pemkot Palu Bekali Mahasiswa KKN

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tadulako bekerja sama dengan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu menggelar Pembekalan KKN Tematik Pertanahan 2026 di Aula LPPM, Selasa (29/9/2026). Kegiatan dua hari ini diikuti mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik.

Kepala LPPM Untad, Dr. Lukman Nadjamuddin, M.Hum., menyampaikan bahwa Tridharma Perguruan Tinggi yang mecakup pendidikan, penelitian , dan pengabdian kepada masyarakat. Pada bidang pendidikan dilaksanakan pembelajaran untuk menghasilkan mahasiswa yang berilmu dan memiliki kompetensi. Pada bidang penelitian mengembangkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan menemukan solusi atas berbagai persoalan. Pada bidang pengabdian kepada masyarakat menerapkan ilmu dan hasil penelitian untuk membentu menyelesaikan persoalan di masyarakat yang salah satu bentuknya Kuliah Kerja Nyata.

Khusus pada KKN Tematik Pertanahan yang merupakan kolaborasi antara LPPM Universitas Tadulako dan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota diharapkan mahasiswa dapat membantu masyarakat memahami dan mengurus administrasi pertanakan serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kepastian hukum atas tanah.

Wakil Wali Kota Palu, Imelda Liliana Muhidin, S.E., M.A.P. menyambut baik kolaborasi ini yang juga menjadi ajang launching proyek perubahan percepatan sertifikasi aset daerah.

“Pemerintah Kota Palu sangat menyambut baik dan membutuhkan kolaborasi ini. Dengan keterbatasan SDM yang kami miliki, peran serta adik-adik mahasiswa sangat penting untuk membantu menelusuri dokumen, memetakan lokasi, hingga mengidentifikasi kendala di lapangan,”tuturnya.

Wakil Wali Kota Palu juga mengingatkan bahwa teori di kelas sangat berbeda dengan praktik di lapangan. Mahasiswa Hukum akan berfokus pada administrasi dan legalitas, sedangkan mahasiswa Teknik bertugas pada pemetaan dan data teknis.

“Di lapangan nanti kalian akan melihat langsung prosesnya, memahami kendala yang ada seperti persoalan batas tanah hingga tata guna lahan antara kawasan pertanian dan perumahan. Kritis itu harus, tetapi kritik mahasiswa juga harus disertai dengan solusi,” pesannya.

Selain itu, Imelda mendorong mahasiswa untuk mengubah pola pikir dalam menyongsong masa depan, tidak hanya berharap menjadi ASN, tetapi juga berani menjadi wirausahawan atau melanjutkan studi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *